Translate

Tampilkan postingan dengan label ziarah camino santiago. camino santiago de compostela. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ziarah camino santiago. camino santiago de compostela. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 14, 2023

Camino de Santiago - Portuguese Way (The End)

Menikmati lagi kehangatan Santiago de Compostela

By: Benediktus Beben

Santiago De Compostela 9 sd 11 Oktober 2022

Kami sangat senang sekali bisa kembali ke Santiago de Compostela yang kami cintai. Ini kali ke 2 kami tiba di sini setelah camino pertama di tahun 2019. 

Puji Tuhan, kami bisa melewati masa pandemi dengan baik, diberi kesehatan yang baik dan diberi kesempatan melihat kembali katedral Santiago de Compostela dengan segala keindahan dan historis nya yang sangat panjang. 

Kemarin tgl 9 Oktober 2022, kami tiba di kota ini menjelang sore hari setelah melalui perjalanan dari kota Padron. Setelah tiba di halaman katedral tempat berkumpulnya para peziarah dengan segala ekspresinya, rasanya kami terhanyut dalam kebahagiaan bersama mereka yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan selama berhari -hari bahkan berminggu - minggu hingga sampai di tittik ini. Seperti coretan tangan dari seorang peziarah: 'Leave your Worries Here'.. semua tertumpah di sini.

Leave your worries here

Campur aduk rasanya perasaan kami ketika sampai di sini. Puji Tuhan, selama perjalanan, kami diberi kesehatan dan  cuaca cerah sehigga memperlancar perjalanan kami. Semua suka dan duka kami tumpahkan dalam rasa syukur di halaman katedral yang megah ini. 

Setelah menikmati suasana di depan katedral ini, kami berjalan ke luar area untuk mencari makan malam. Perut rasanya sudah berontak minta diisi nih.. 

Sepiring Paela yg gurih sedap

Selesai santap sore, kami berjalan lagi untuk mencari penginapan yang sudah kami booking sebelumnya. Oiya penginapan selama perjalanan camino biasanya kami cari di aplikasi  Booking.com atau RBnB. 

Penginapan kita ada di area ini

Penginapannya ada 3 macam seperti yang sudah diulas sebelumnya. Ada Alberque, Pension dan Apartemen. Kalau kita rombongan ber 4 atau lebih, Mungkin lebih enak menginap di apartemen yang bisa dibooking di aplikasi RBnB,  jadi bisa kumpul 1 rumah dengan fasilitas lengkap. Tapi bisa juga kita booking Alberque atau Pension untuk merasakan sensasi yang berbeda. Pokoknya tergantung selera kita masing - masing.

Nah, kami sudah booking apartemen di Santiago via RBnB buat 2 malam karena hari ke 3 kqmi berencana mau melanjutkan perjalanan ke Finistera dan menginap di sana. Tetapi ternyata kami batal ke Finistera,  sehingga harus cari lagi penginapan lain buat hari ke 3 karena apartemen yang kami inapi ini sudah di booking orang lain. Yo wislah nanti cari lagi..

Di penginapan

Dan ternyata apartemen yang kami booking ini lumayan jauh lokasinya.. sehingga kami jalan dengan agak kecapean menyusuri bangunan - bangunan kuno di Santiago dan keluar dari Herritage nya. 

O iya, sebagai info, Katedral Santiago de Compostela itu berada di komplek Herritage dengan bangunan-bangunan kuno di sekitarnya. Ada toko-toko, penginapan, taman yang asri dsb. 

Ketemu lagi dengan sesama pilgrim

Kalau kita beruntung mendapatkan tempat penginapan di Herritage ini, pastinya lebih gampang dan dekat ke katedral. Tapi kalau kurang beruntung ya seperti kami sekarang ini, penginapan kami agak jauh dari Katedral karena berada di luar herritage.


Ketika kami tiba di depan pintu apartemen, seorang Bapak tua memeberikan kunci apartemennya dan kamipun bisa langsung beres-beres dan istirahat dengan lelap malam ini  di kamar kami yang bersih dan nyaman. 

Pilgrim dari Malaysia

Keesokan harinya tanggal 10 Oktober 22, Kami berjalan dari apartemen menuju ke Katedral Santiago untuk mengikuti misa yang biasanya dimulai pukul 12 siang. Kami niat banget bawa bendera merah putih dan celana batik yang yang sudah disiapkan Bu Milda dari rumah. Pingin foto keren dong kita dengan sedikit sentuhan lokal wkwk.. 

Foto dulu sebelum misa

Pintu masuk katedral sudah antri dengan para peziarah, dan kamipun ikut antrian walaupun ada sedikit hujan rintik - rintik di hari ini. 

Botafumeiro/wiruk 

Waktu camino tahun 2019, Katedral Santiago lagi dalam renovasi sehingga banyak tiang-tiang penyangga yang mengganggu pemandangan. Jadi sekarang, kami sangat senang sekali ketika memasuki katedral ini karena renovasi sudah selesai dan Katedral tampak sangat menakjubkan. 


Dan yang paling istimewa, kami bisa menyaksikan ayunan dupa terbesar yang disebut Botafumeiro atau wiruk yang ada di sini ketika misa berlangsung. 

melihat para petugas pengayun wiruk latihan

Amazing banget melihat wiruk lagi diayunkan di depan altar oleh 8 orang petugas untuk memberkati umat yang hadir dalam misa. Menambah suasana syahdu, penuh damai dan sukacita. Kami sampai puas dan takjub menyaksikan ayunan wiruk ini dari mulai petugas latihan sebelum misa sampai diayunkan saat misa.

Para petugas sedang latihan

Altar Katedral sangat indah bernuansa keemasan dengan ornamen malaikat Tuhan dan simbol - simbol suci lainnya. Di Belakang Altar tampak patung Santiago atau St. Yakobus. Kita juga bisa ziarah ke makam Santo Yakobus yang terletak tepat di belakang altar katedral. Tentu saja kita harus antri dengan para peziarah lain untuk sampai ke sini.

Mau ziarah ke makam St yakobus

Misa berlangsung sangat khidmat dan syahdu, diiringi paduan suara yang sangat indah. Ayunan botafumeiro yang begitu menakjubkan menambah indahnya suasana misa hari ini. Dari awal sampai akhir misa, tak hentinya kami bersukur atas anugerah dan berkat Tuhan bisa sampai ke tempat ini untuk ke 2 kalinya.

Selesai misa, kami masih eksplore di dalam katedral ini, melihat keindahan interior katedral dan ada beberapa kapel di dalam katedral ini. Kami juga antri untuk  ziarah ke makam Santo Yakobus yang ada di belakang altar. 

Lalu kami ke luar katedral dan menikmati keindahan Katedral ini yang sudah berumur ratusan tahun dan masih berdiri dengan megahnya melewati segala cuaca dan perubahan zaman. 


Di komplek katedral ini, ada bangunan bersejarah lainnya yaitu Hotel dan universitas yang katanya merupakan salah satu universitas tertua di benua Eropa.


Di Halamn gereja, kami bertemu dengan sepasang suami istri asal Perancis yang tiba-tiba menghampiri kami dan menyapa Apa kabar.. Ternyata Ibu ini pernah tinggal di Indonesia dan sangat senang ketemu kami...wah kebetulan sekali. 

Kami juga bertemu teman kami Dena dan 2 orang temannya yang menyelesaikan camino dengan rute yang berbeda dengan kami. Heran ya bisa ketemu di sini padahal kita tidak janjian..

Senangnya ketemu teman camino  setanah air

So, hari ini kami rayakan dengan makan sea food di sebuah cafe yang ada pasar tradisional Mercado de Abastos, sambil bercerita tentang perjalanan camino kami masing-masing. Seneng banget bisa ketemu sama para camino dari tanah air.. 

Makan di Mercado de Abastos

Hari ini kami puas - puasin dah menikmati suasana romantis di Santiago dengan jalan sepanjang lorong - lorong bangunan herritage nya. 


Alunan musik khas galicia dari para pengamen jalanan yang ada di sepanjang jalan ini, seniman potret dan yang lainnya menambah indahnya suasana ziarah kami. 

Kami masih terhanyut oleh suasana di sini, menikmati segala suasana yang ada di sekitar kami. Menikmati sepotong ice cream yang enak, dan keliling kota Sampai malam hari tiba, barulah kami pulang ke apartemen kami yang cukup jauh itu..

Keesokan harinya, kami keluar dari apartemen dan menuju katedral sambil pindah ke apartemen baru. Tadi malam kami sudah booking penginapan untuk malam terakhir kami di Santiago. 

mencari titik lokasi penginapan

Beruntung sekali, setelah dicari - cari ternyata apartemennya terletak di pintu keluar herritage dan di sekitarnya banyak sekali cafe yang menggugah selera buat nongkrong di sana... wah menarik sekali. 


Tempatnya juga bersih dan rapih juga sangat nyaman. Dari apartemen baru ini, kami balik lagi ke Katedral dan mau mengurus sertifikat camino. 

Sertifikat camino kami

Oiya, kita bisa mendapatkan sertifikat ziarah camino di kantor camino yang terletak di sisi lain katedral di antara pertokoan yang menjual segala macam souvenir. Kita harus ambil nomer antrian dan membawa passpor camino kita sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat camino. 

Seneng banget ketemu dia lagi wkwk

Nanti sama petugas di dalam, paspor kita akan dilihat layak ga kita mendapatkan sertifikat karena syaratnya harus jalan kaki min 100 km atau min 110 km  untuk para peziarah dengan sepeda. Kami sudah menyelesaikan jaran 118 km jalan kaki dari Valenca dan sah untuk dapat sertifikat.

Jadi, hari ini kami habiskan waktu untuk mengurus serifikat dan selebihnya santai se santai-santainya menikmati keindahan Santiago De Compostela dan sekitarnya. Ada patung dua orang nenek yang terletak di sebuah taman kota. Patung ini sangat legendaris dengan ceritanya. Banyak orang berfoto di sini, termasuk kami ga mau ketinggalan..wkwk..

Patung yang legend di sebuah taman

Kita puas - puasin berfoto sini. Sore itu, sinar matahari senja sedang  memancarkan sinar lembayungnya  tepat di atas katedral sehingga kita mendapatkan pemandangan spektakuler dengan nuansa yang berbeda. 


Kita juga mengunjungi gereja lain yang ada di sini, menikmati lorong-lorong kota tua dengan toko - toko souvenir nya yang khas dan tentu saja nongkrong di cafe menikmati sedapnya hidangan khas galicia.. tentu sja segelas Sangria dan beer terenak galicia tak kami lewatkan.. 

makan lagii..

Saya lihat Bli Putu sudah nongkrong lagi di Cafe yang jual kebab, katanya enak banget.. jadi pingin icip juga wkwkwk..

Pokonya senang banget bisa menikmati semua pengalaman camino bersama istri dan sahabat terbaik kami... Thanks God atas segala berkatMu.

Sekian dulu cerita camino kami ya.  Jangan lupa ikuti jejak perjalanan kami di  JEJAK BEN

Terima kasih atas atensinya dan jika berkenan tolong like, share, dan komen channel nya.


Sampai Jumpa

Tuhan berkati


Salam hangat dari kami, 

Beben

Lian

Valentino

Milda

Putu Suasta 



Jumat, September 22, 2023

Camino de Santiago - Portuguese Way (4)

 

Camino lagii ..  ke Santiago de Compostela 2022

Pontevedra - Palas de Reis 

By: Benediktus Beben

Pontevedra - Caldas de Reis 24 km
Jumat, 7 Oktober 2022 

Meninggalkan Pontevedra

Pukul 7.00 kami berjalan meninggalkan kota Pontevedra yang indah ini. Dari apartemen tempat kami menginap, kami berjalan ke alun-alun kota melewati Gereja Peregrino, Katedral dan sekitarnya. Sebelum meninggalkan kota ini, kami menyempatkan diri untuk masuk ke gereja dan berdoa di sana.


Kami terus berjalan menyusuri lorong - lorong pertokoan yang antik dengan bangunan bersejarah di sekitarnya. Sambil mengikuti tanda camino seperti biasa, kami  melewati jembatan kota dan keluar dari kota Pontevedra. Inilah rute yang kami tempuh hari ini: 



 1. PONTEVEDRA - PONTE DO BURGO 
 2. PONTE DO BURGO - SANTA MARIA DE ALBA 
 3. SANTA MARIA DE ALBA - SAN CAETANO 
 4. SAN CAETANO - SAN AMARO
 5. SAN AMARO - VALBON
 6. VALBON - LA SECA
 7. LA SECA - TIVO
 8. TIVO - CALDAS DE REIS

Puji Tuhan.. sejauh ini cuaca sangat cerah termasuk hari ini. Terus berjalan melewati jalanan beraspal, masuk ke pedesaan dan keluar masuk daerah pertanian dan peternakan. 



Tampak beberapa ekor sapi dan kuda sedang makan di padang rumput. Tentu saja kami tak melewatkan cicip anggur yang ranum dari kebun tetangga haha... maaf ya Om pingin cicip anggurnya..

anggur ranum di pinggir jalan

Beberapa km berjalan, kami mampir di sebuah cafe untuk makan siang. Oiya makanan khas Galicia yang harus dicicip tentu saja daging gurita yang dimasak pedas bernama Pulpo galego... hampir di setiap restoran ada menu ini. Kalau kita ke pasdar tradisional di Galicia, banyak juga  yang jual Gurita besar2...
Pulpo Galego

Di tengah perjalanan, kami ingat perkataan Maria sang musician, bahwa nanti ada tempat rekreasi yang bagus ketika melewati jalur ini. Nah kebetulan kami melihat Plang namanya di pinggir jalan.."Parque Natural Ria Barosa'. 


Jadi penasaran masih keburu untuk mampir sebentar. Jadilah kami belok ke arah sana, keluar dari jalur camino. Ada beberapa peregrino juga yang tertarik rupanya. Kurang lebih 20 menit berjalan, kami sampai di tempat itu yang ternyata sebuah mata air dan taman rekreasi. 


Lumayan juga buat ngadem di panas yang terik ini. Setelah puas di sana, kami melanjutkan lagi perjalanan Camino kami. Menyusuri pinggiran jalan raya, terus masuk ke hutan lindung sampai kami tiba di sebuah pedesaan dan terus berjalan di pinggiran jalan raya sampai tiba di kota kecil Palas De Reis. 

Kami istirahat sejenak di Gerejanya sebelum tiba di tempat penginapan kami sebuah penginapan sejenis hostel yang disebut Pension. Penginapannya bernama 'Augas Quentes Pension' yang sangat nyaman dan bersih.
Di depan Augas Quentes Pension

Sampai sini dulu ya cerita kami..
kita lanjut part berikutnya..

Jangan lupa follow kami di youtube channel

Jejak Ben


Terima kasih kalau bersedia untuk subscribe, comment dan share..

God bless

Senin, September 18, 2023

Camino de Santiago - Portuguese Way (2)

 

Camino lagii ..  ke Santiago de Compostela 2022

Tui - O Porrino

By: Benediktus Beben

Yuk kita lanjut cerita tentang perjalanan  Camino kami si Pasukan keong ..

Memulai Camino dari O Porrino

Rabu, 5 Oktober 2022 O Porrino - Redondela
Setelah menginap semalam di kota O Porrino yang cantik, kami melanjutkan perjalanan kami hari ini. Tadinya, kami akan jalan sampai kota Arcade, tetapi karena beberapa alasan, kami sepakat berjalan hanya sampai kota Redondela. 

Spot Photo
Inilah rute yang akan kami lalui hari ini.

1. O PORINNO - AMEIRO LONGO

 2. AMEIRO LONGO - MOS

 3. MOS - CRUCEIRO DE LOS CABALLEROS

 4. CRUCEIRO DE LOS CABALLEROS - SANTIAGUINO DE ANTAS

5. SANTIAGUINE DE ANTAS - CASAL DO MONTE

6. CASAL DO MONTE - O SOUTO

7. O SOUTO - O MURO

8. O MURO - REDONDELA


Hari yang cerah di perjalanan camino

Pukul 7 pagi, kami sudah keluar dari Penginapan kami di Alberque Sendasur dan tidak lupa kami berdoa bersama sebelum memulai perjalanan Camino. Ini sudah menjadi suatu kebiasaan kami. 

Hari masih tampak remang-remang ketika kami mulai berjalan meninggalkan kota O Porrino. Lampu - lampu jalanan masih menyala dan beberapa kendaraan mulai berseliweran. 

Sudut kota O Porrino di kala pagi

Beberapa km berjalan dalam keheningan sampai muncul matahari pagi yang menghangatkan. Hari ini sungguh cerah. Kami berjalan melewati pedesaan berjalan aspal dan melewati perkebunan sampai tiba di sebuah cafe dekat gereja kecil di sebuah desa bernama Mos. 

Di sebuah Cafe di Mos
Dalam perjalanan Camino, salah satu yang membuat kami semangat tentu saja ketemu Cafe dan kami selalu tergoda untuk mampir.. tentu saja  dengan alasan mau ke toilet hahaha.. padahal mau menikmati kopi dan mencicipi kudapannya.. weleh selalu nikmat rasanya..

menu sarapan ala camino

Tak lupa kami mampir ke Gereja ini untuk minta stempel dan tentu saja, sesudahnya nongkrong di cafe untuk sarapan pagi dan istirahat sejenak. Agak antri juga ketika kami masuk ke cafe ini. 

Gereja di Mos

suasana Cafe
Kami duduk di sebuah meja di pojokan cafe ini untuk menikmati hangatnya secangkir kopi dan sepiring sarapan pagi.. 

Di sini ada sebuah museum kecil tentang Camino. Jadi setelah sarapan, kami mampir sebentar untuk melihat museum kecil ini. Ada bebrapa benda yang berhubungan dengan camino. 

di sudut sebuah museum kecil

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan melewati perkebunan dan memasuki sebuah hutan lindung. Sayup-sayup terdengar alunan musik tradisional ketika memasuki hutan lindung ini. 

                                      Maria the musician

Semakin dekat ke sumber suara itu, tampak seorang gadis sedang memainkan alat musik sambil menari. Kami sempat ngobrol dengan musician ini yang bernama Maria dan alat musik yang dimainkannya yang disebut Gaida.

bersama Maria dan peregrino lain

Sambil refresing, kami nikmati alunan musiknya sambil menari di tengah hutan.. 

asiiik.. bisa santai sejenak sambil melepas lelah. 

Gracias Maria sampai ketemu di belokan lain ya.. musikmu sungguh enak di dengar dan membuat camino kami semakin berwarna. 

Jadi kita semakin tambah semangat  untuk melanjutkan perjalanan camino.

Ayoo semangat..


Kami terus berjalan keluar dari area hutan dan menuruni sebuah bukit. Di kejauhan tampak sebuah lembah dengan pemandangan yang indah. 


Hari masih tampak cerah dan matahari memberi kehangatan di perjalanan kami,  sampai tiba di Redondela. Kami berjalan sampai menemukan sebuah penginapan berlambang seorang pelaut bernama A Darsena Do Frances Alberque. 

Alberque tempat kami nginap

Tempatnya sangat bagus dengan taman yang cukup  luas. Ada beberapa meja kursi di tamannya dan Kami bisa nongkrong di sini sambil menikmati hangatnya suasana sore hari. 

Suasana sore di pelataran Alberque

Buat tidurnya gimana? 
Masing-masing mendapatkan sebuah tempat tidur di sebuah ruangan dengan banyak tempat tidur bertingkat dan beberapa peziarah yang menginap di sini. 


Tapi tempatnya bersih dan nyaman ga usah khawatir pasti bisa tidur dengan nyaman. Kamar mandi bersih dan kalau kita mau bisa pesan juga beberapa macam makanan di sini. 

Good bye Redondela

Keesokan harinya, kami siap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Dan sebelumnya dibantu oleh peregrino dari Mexico untuk transfer ransel kami ke kota tujuan berikutnya. Kalau mau titip ransel buat di pick up sama kurir, biasanya kami minta bantuan Receptionis tempat kami nginap. Tapi kemarin kami lupa bilang dan pagi ini kami belum ketemu sama si receptionis. Untung ada Peregrino Astrid yang bantu calling jasa kurir nya.. Nuhun Neng Astrid..

Peregrino Astrid fr Mexico

Oiya saya mau cerita sedikit tentang masalah koper atau ransel yang kita bawa. 


Kita bisa berjalan Camino dengan ransel yang besar sesuai dengan berat barang kebutuhan kita tapi disarankan, berat minimal 10% dari berat badan kita ya..

Camino 2019

Ini pastinya lumayan berat buat jalan. Kita pernah merasakannya di Camino pertama dari Sarria. Pertama kali jalan Camino dengan ransel besar sungguh aga berat, tapi kami ingin merasakannya sebagai peregrino sejati haha.. Tapi di hari ke 3, kami memutuskan untuk titip kurir saja dan melanjutkan perjalanan camino dengan beban yang lebih ringan..

Camino 2019

Pada camino kali ini, kita ingin jalan santai tanpa beban. Jadi ransel kita yang besar, kita titip pakai jasa kurir. Biasanya petugas front office tempat kita menginap bisa bantu dan kita cantumin alamat kota tujuan dan tempat kita menginap di kota berikutnya supaya kurir bisa drop tas kita di sana. Biayanya sekitar Euro 5 -10/tas atau ransel. Jadi ketika kita sampai di penginapan, tas kita sudah sampai di sana dengan selamat, 
Ransel yang akan dititip sama kurir

Dengan cara ini,  kita bisa jalan santai dengan ransel kecil menikmati perjalanan Camino. Tetapi itu terserah pada pilihan kita masing-masing.

Kita lanjut part 3 ya ...
Jangan lupa ikuti perjalanan Camino kami di youtube  untuk bantu Subscribe, share dan komen nya ya..

Jejak Ben

Terima kasih