Translate

Tampilkan postingan dengan label jalan ke eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan ke eropa. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 09, 2017

Cinque Terre, Italia

Pelangi  di Tebing Karang Laut Mediterania

By: Benediktus Beben

Kamis 8 Juni 2017 pukul 9 pagi, kami berdua sudah berada di Stasiun Termini Roma. Pagi ini kami akan mampir ke kota Pisa untuk melihat menara miring yang sangat terkenal itu. Dari Pisa kami naik kereta api lagi menuju tempat impian Cinque Terre, Italia.
Riomaggiore
Karena perkiraan sampai ke Cinque Terre sore hari, jadi kami memutuskan untuk nginap dulu di kota terdekat bernama La Spezia.

Cinque Terre yang berarti "lima daratan" merupakan wilayah pesisir yang berbukit-bukit di Riviera Italia  yang merupakan bagian dari wilayah Liguria. Desa-desa ini pada umumnya merupakan daerah nelayan dan sekarang ramai dikunjungi turis mancanegara  yang berlibur saat musim panas maupun musim dingin.

Pukul 3 sore sampailah kami di stasiun kota kecil La Spezia. Kami berjalan keluar stasiun untuk mencari hotel tempat kami menginap bernama Affitacamere Lavanda. Menyusuri jalanan menuju ke tengah kota yang ramai dengan turis, sampailah kami di alamat yang kami tuju.
Di Tengah kota La spezia
Penginapan nya  terletak di tengah keramaian kota dan kami sempat kesulitan untuk masuk  karena harus membuat janji dulu dengan pemilik penginapan bahwa kami akan datang hari ini. Untunglah pemilik penginapan datang menemui kami, seorang gadis cantik dan sangat ramah. Dia  mempersilahkan kami menikmati kamar yang sudah disediakan. Kamarnya tidak begitu luas tetapi sangat asri dengan nuansa abad lalu..
Perahu nelayan di dermaga Riomaggiore


Setelah rehat sebentar dan membereskan barang bawaan, kami keluar kamar untuk jalan - jalan di sekitar sini melihat pertokoan dan pemandangan kota.

Hari sudah menjelang malam tetapi masih cerah, walaupun begitu kami harus mencari makan malam karena perut sudah berontak kelaparan. Kamipun mampir di sebuah Café di seberang hotel.

Kami dilayani seorang waiter setengah baya yang sangat ramah, duduk berdua di meja teras Cafe sambil melihat pemandangan dan lalu lalang turis yang aneka ragam, merupakan saat saat yang paling berkesan.




Riomaggiore
Keesokan harinya, kami sudah berada di stasiun Kereta api La Spezia. Barang bawaan kami titip di pemilik penginapan sampai kami check out sore hari nanti sepulang dari Cinque terre. Tidak sabar rasanya untuk segera mengunjungi desa impian kami Cinque Terre.. Perjalanan dengan kereta api hanya memakan waktu 10 menit sampai di Riomagiore, desa pertama yang kami kunjungi.  Akhirnya kesampaian juga menjelajahi desa-desa kecil indah di tepi Laut Mediterania ini.

Debur ombak laut pada musim panas, memandang susunan rumah warna warni cerah yang berdiri di tebing-tebing karang, Ratusan turis yang sedang bercengkrama, berjemur menikmati panasnya matahari, nyebur ke laut tenang di antara karang karang, adalah mimpi yang menjadi kenyataan.



Cinque terre buat saya adalah sebuah mimpi dan angan-angan. Tetapi saya yakin  kalau Tuhan berkenan saya akan sampai ke sana. Dan Puji Tuhan, impian dan angan saya terkabulkan.

Manarola
Nyebur di pantai Cinque Terre dan berenang di antara karang - karang ini adalah mimpi terindah yang jadi nyata  Foto - foto  dari searching internet sering saya lihat sambil berkhayal sampai ke tempat ini.. Dan sekarang, saya bisa menikmatinya dalam kenyataan. Terima kasih Tuhan karena Rahmat dan anugerahMU lah bisa mewujudkan angan kami menjadi nyata.



Birunya laut menggoda untuk nyebur..
Karena kami pergi berdua saja maka Cinque terre jadi destinasi wajib kami, karena pada umumnya, Cinque Terre jarang dimasukkan dalam rute wisata biro perjalanan Indonesia yang menawarkan destinasi Eropa, hanya negara- negara dan kota-kota besar dan terkenal yang ditawarkan. Padahal tak sulit mencapai Cinque Terre.


Kesampaian nyebur di Cinque Terre
Cinque Terre berarti  5 desa atau daratan , terdiri dari  Riomaggiore, Manarola, Corniglia, Vernazza, dan Monterosso. Desa-desa cantik yang berdiri di tebing- tebing karang terjal di tepi Laut Mediterania ini merupakan desa-desa nelayan, hidup dari hasil laut dan hasil perkebunan seperti anggur dan sayuran.  Dan sekarang Cinque Terre sudah diakui sebagai salah satu warisan dunia UNESCO karena keunikannya.

Sudut kota
Kelima desa ini dihubungkan dengan jalan setapak naik turun bukit diantara tebing karang persis di tepi Laut Mediterania. Anda yang biasa jalan kaki, bisa jalan santai mengunjungi ke lima desa ini dengan menyusuri jalan kecil ini. 
Best food
Namun, jika Anda tidak biasa jalan kaki, bisa menumpang kereta yang melewati kelima desa tersebut setiap 10-15 menit sekali. Perlu diingat, saat musim panas tiba, banyak sekali turis lokal dan mancanegara menyerbu desa-desa cantik itu sehingga bisa dipastikan harga penginapan melambung dan agak susah untuk mendapatkan ruang di dalam kereta, harus berdesakan dengan penumpang lain.

Add caption
Karena waktu kami sangat terbatas, kami memutuskan untuk menggunakan jasa kereta api saja, dari La Spezia, kami turun di stasiun kecil desa Riomaggiore. Hari masih pagi, belum banyak aktivitas di desa ini tapi wisatawan sudah mulai berdatangan. Kami berjalan menyusuri lorong - lorong desa, dan sampailah ke sebuah pantai dengan perahu perahu nelayan yang masih bersandar di tepi pantai..


Manarola dari kejauhan
Pemandangan perumahan berwarna cerah, jalan jalan setapak menyusuri bukit batu, nuansa biru laut Mediterania dan penduduk local yang ramah adalah suasana yang ditawarkan di Cinque Terre. Kami naik tangga menyusuri jalan sempit menuju ke sebuah pelataran di sebuah cafe, menikmati pemandangan laut biru yang terpampang di depan mata dan terpaan angin semilir membuat kami terhanyut dalam khayalan.
Setelah puas menikmati indahnya Riomaggiore, kami naik kereta lagi menuju desa Manarolla.. Desa ini agak besar tampaknya dibandingkan desa tadi. Berjalan agak jauh menyusuri jalanan di Manarola dengan pemandangan toko toko souvenir, rumah rumah yang cantik, kegiatan warga setempat yang sangat menarik sekali.
Sampailah kami di ujung desa.. Dari pelataran tempat kami berpijak, tampak di bawah ada cerukan seperti kolam renang pribadi di atara karang - karang. Pemandangan ini akhirnya mendorong hasrat saya untuk turun ke pantai itu, bercelana pendek yang sudah saya siapkan dan byurrr..
Inilah mimpi saya yang menjadi kenyataan, nyebur bebas di pantai laut Mediterania. Ada beberapa turis yang sedang menikmati kesejukannya dan sungguh pengalaman yang tidak terlupakan bisa bergabung dengan mereka menikmati sejuknya air laut mediterania di Cinque Terre... setelah puas berenang, saya berjalan ke atas bukit menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sebelah kanan adalah perkebunan dan sebelah kiri laut biru lepas dengan wajah desa cantik dan semakin cantik jika dipandang dari kejauhan... Hmmm sungguh indahnya..
Kami melanjutkan perjalanan ke desa Corniglia. Ketika sampai di stasiun, kami berjalan menuju sebuah bis yang akan mengangkut turis ke desa ini, tetapi kami terlambat dan harus menunggu bis berikutnya. tetapi karena lama bis nya tidak kunjung tiba, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke desa yang ke 4 bernama Vernazza.

Makan siang di Vernazza
Kami bisa lebih santai di desa ini, menikmati makan siang sea food yang nikmat di tepi pantai. Karena ini desa nelayan, kami pastikan harus menikmati hasil lautnya... dan sungguh luar biasa, makanan yang kami pesan sungguh sangat nikmat..
Vernazza
Rupanya Vernazza adalah desa terakhir yang bisa kami kunjungi, hari menjelang sore dan kami harus segera meninggalkan Cinque terre dan kembali ke kota Roma.



Ice Cream Italia tiada duanya...
So, hanya 3 desa yang bisa kami nikmati kali ini. mungkin suatu hari nanti masih bisa mengunjungi desa terakhir Cinque terre yaitu Monterosso dan desa Corniglia yang belum sempat kami jelajahi.. tetapi puji Tuhan, semua nya sangat kami syukuri. Tuhan sudah memberi kenangan indah dan mewujudkan mimpi kami sampai ke cinque terre yang terasa di surga..

 


 


Rabu, Juni 07, 2017

Ziarah Roma dan Vatican ( 3 )

Lorong Ajaib Kota Roma

By: Benediktus Beben


Selesai acara di Vatican,  masih ada waktu untuk sedikit menjelajahi kota Roma. Ada beberapa tempat terkenal di Roma yang ingin kami kunjungi . Walaupun saya rasa semua tempat di Roma sangat bagus dan unik, tidak semuanya bisa kami kunjungi dalam waktu yang singkat. 

Semua hal di Roma sangat mengagumkan, gambaran kejayaan abad silam yang masih terpelihara dengan sangat baik dan menjadi warisan kuno yang masih bisa kita nikmati sampai saat ini. 

Castel Sant angelo
Kami berjalan keluar gerbang kota Vatican, berjalan mengikuti arah yang kami kira kira sendiri.. mengikuti naluri dan arus wisatawan.  Tidak jauh berjalan , sampailah kami di Castel Sant Angelo.. Kastil ini terletak Satu garis lurus dengan St. Peter’s Square (lapangan St. Petrus). 

Castel Sant
 angelo dari Bridge of Angels

Castel Sant Angelo disebut sebagai sarangnya Illuminati di novel "Angels and Demons" karangan novelis Dan Brown. Di depan Castel ini ada  jembatan panjang melintasi sebuah sungai dan diatas tembok jembatan berdiri patung - patung malaikat sehingga jembatan ini disebut Ponte Sant Angelo (bridge of angels). 

Bridge of angels

Kami berjalan sambil berfoto di jembatan ini sambil melihat pemandangan indah di sekitarnya.. Dari tengah jembatan ini, kami bisa memandang Castel Sant Angelo yang tampak berdiri kokoh.

Corte di Cassazione

Kami berjalan  belok ke kiri dari ujung Ponte Sant angelo.. berjalan menyusuri pinggiran sungai di bawah pepohonan yang rindang. Dari kejauhan tampak sebuah bangunan indah bernama Corte di Cassazione. Kami hanya mengagumi bangunan indah ini dari kejauhan saja.  Sambil menikmati minuman ringan yang kami beli dari seorang pedagang di pinggir jalan.. hilang rasa haus dan lelah sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan..

Corte di Cassazione

Kaki terus melangkah dan sampailah di sebuah alun - alun yang indah bernama Piazza Navona. Tempat ini sangat terkenal dan boleh dikatakan salah satu  tempat terindah dan paling populer di kota Roma. Ada banyak hal yang menarik perhatian saat berkunjung ke tempat ini, salah satunya adalah banyaknya seniman jalanan yang memadati Piazza Novana baik siang maupun malam. Segudang restoran dan kafe outdoor pun bisa dijajaki di tempat ini, apalagi yang suka berwisata kuliner.

Piazza Navona

Dulunya, Piazza Navona ini berfungsi  sebagai lokasi pacuan kuda di zaman kerajaan Romawi kuno. Di tengah - tengah lapangan terdapat air mancur Fountain of Four Rivers yang melambangkan empat sungai besar di masing-masing benua: Danube (Eropa), Gangga (Asia), Nil (Afrika) dan Rio della Plata (Amerika). 
Fountain of Four Rivers

Pembangunannya dilakukan pada tahun 1647 hingga 1951 atas permintaan Paus Innocent X. Lagi - lagi kalau anda penggemar Novel karangan Dan Brown pasti tidak asing lagi dengan nama tempat ini.. Inginnya kami berlama lama di tempat ini, duduk dan memandang patung yang ada di air mancur ini tetapi waktu jualah yang membatasi..

Fountain of Four Rivers

Langkah selanjutnya membawa kami ke bangunan megah dan bersejarah bernama Pantheon yang merupakan sebuah kuil yang ada di zaman kekaisaran Romawi. Sekarang, bangunan tersebut sudah berubah fungsi menjadi gereja Katolik Roma.

Pantheon

Dengan desain bangunan berbentuk melingkar dengan atap segitiga berikut tiang-tiang tinggi pada bagian terasnya, justru bangunan ini kelihatan semakin unik dan khas. Pantheon merupakan salah satu bangunan bersejarah di zaman Romawi kuno yang masih terawat dengan sangat baik dan indah.

Pantheon

Bahkan bangunan ini dijadikan inspirasi banyak bangunan di dunia, entah itu model bangunan anyar yang sudah terbilang modern maupun bangunan seperti gereja pun banyak mengambil sedikit banyak desain dan struktur dari bangunan ini.  Ketika mendekati bangunan ini ada rasa aneh yng menyelinap seolah masuk ke lorong waktu masuk ke peradaban Romawi kuno.. 

Pantheon

Karena saya mengikuti Novel Angels and Demons, maka  Pantheon merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Tempat ini di novel tersebut merupakan tempat awal yang salah diidentifikasi Professor Langdon sebagai wakil elemen EARTH. Tapi di sinilah ia bertemu dengan sang partner yang nantinya bakal bahu-membahu mengungkap misteri  sampai akhir cerita.


Pantheon Dalam bahasa Latin dan Yunani, berarti “kuil semua dewa”, bangunan yang didirikan oleh Marcus Vipsanius Agrippa, pada tahun 27 SM untuk memperingati kemenangan tentara Octavianus dalam Pertempuran Actium yang berlangsung pada tahun 31 SM. Pertempuran ini terjadi antara tentara Oktavianus melawan pasukan gabungan Mark Antony dan Cleopatra. Namun pada tahun 80 M bangunan ini hancur akibat kebakaran besar dan  kemudian di restorasi kembali pada tahun 125 M oleh Kaisar Hadrian.


Di kubah Pantheon terdapat celah yang dikenal sebagai “The Oculus” yang membuka ke langit. Kubah ini memiliki rancangan rumit dan dihiasi dekorasi perunggu dengan berat sekitar 4.535 ton. Para sejarawan percaya bahwa “The Oculus” melambangkan bahwa kerajaan langit menjaga seluruh Kekaisaran Romawi. Lubang ini digunakan sebagai  ventilasi sekaligus tempat masuknya cahaya matahari. Saat turun salju atau hujan, terdapat saluran air yang membantu mengalirkan air yang masuk melalui “The Oculus” .


Pada tahun 609 Masehi, Pantheon diubah menjadi “Chiesa di Santa Maria ad Martyres”, sebuah Gereja Katolik. Dimana selama pemerintahan Kepausan, Pantheon digunakan sebagai tempat pemakaman untuk raja dan orang-orang terkenal lainnya termasuk pelukis yang telah memeluk agama Kristen. Pantheon menjadi makam banyak orang terkenal seperti makam Raphael, pelukis (meninggal tahun 1520); Raja Victor Emmanuel II (meninggal tahun 1878); Raja Umberto I (meninggal tahun 1900); Raja Victor Emmanuel III (meninggal tahun 1947), dan masih banyak lagi. 

Trevi Fountain

Setelah foto foto dan puas mengagumi Pantheon, kamipun berjalan masuk ke jalanan sempit karena semua bangunan kuno seolah berkumpul di sini. Kami menemukan sebuah Obelisk yang tinggi di antara bangunan kuno dan terus berjalan sampai terhenti di sebuah air mancur yang paling terkenal di Roma mungkinn juga di seluruh dunia yaitu Fontana di Trevi atau Travi Fountain..

Trevi Fountain

Hmm lagi lagi tempat yang disebut sebut di novel Dan Brown haha.. Banyak sekali turis duduk dan berdiri di sepanjang tempat ini.. Ada legenda yang hampir sama dengan legenda di beberapa tempat lain di dunia.. legendanya apabila melempar koin ke kolam kita bisa balik lagi ke sini suatu hari nanti.. Saya pun berusaha berdesakan di antara turis untuk melempar koin dan mencari sisi terbaik untuk mengagumi bangunan ini dan membuat foto terbaik saat berkunjung..

Trevi Fountain
Ya banyak sekali  tempat yang indah di Roma dan semuanya mengagumkan. Di Hadapan Travi fountain ada sebuah bangunan Gereja, dan kamipun berjalan masuk ke Gereja yang indah itu lalu berfoto di depannya dan mengambil foto juga dari sini ke arah Travi fountain.

Piazza Di Spagna

Hari sudah sore, kami melanjutkan perjalanan..menyingkir dari keramaian dan hiruk pikuk turis di Travi Fountain.. Saat sedang berjalan, di belakang kami ada serombongan gadis gadis sedang menari di iringi bebunyian menarik.. kamipun mengikuti rombongan itu dan sampailah di SPANISH STEPS & PIAZZA DI SPAGNA..

Spanish Steps

Spanish Steps merupakan tangga yang panjang dimana banyak orang duduk santai menghabiskan waktu sore untuk berkumpul dan bercengkrama. Disebut Spanish Steps karena di  ujung bawah tangga ini dulu ada kedutaan Spanyol dan banyak orang Spanyol yang tinggal dan datang ke daerah itu..

Di pelataran Spanish steps

Tetapi konon katanya, yang membangun tangga itu sebenarnya  orang Perancis. Di bawah tangga terdapat replika perahu dari batu yang disebut Piazza di Spagna. Konon pada jaman dahulu, orang - orang Spanyol yang datang ke Roma itu adalah para pelaut dan disitulah mereka tinggal. Maka kota Roma membuat perahu batu itu untuk mengenangnya. 


Kami masih duduk santai di anak tangga Spanish Steps sambil menikmati cuaca sore menjelang malam yang cerah.. Menghilangkan rasa penasaran, saya naiki tangga itu sampai ke atas dan menikmati pemandangan kota Roma..

Pemandangan dari Puncak Spanish steps

Memandang ke arah kiri tampak kubah Vatican dan ke arah kanan tampak sisi Roma yang lainnya. Karena hari menjelang malam, kami pun beranjak dari tempat ini dan berjalan pulang kembali ke hotel untuk mencari makan malam dan melewatkan hari terakhir berpetualang mengekslporasi kota Roma yang menakjubkan.. 

Sekian dulu cerita kami
Follow Channel kami di JEJAK BEN
Jangan lupa Like, Share dan tinggalkan Comment Anda

Terima kasih
God bless..

Selasa, Juni 06, 2017

Brussel, belgia


Si Manekin Piss Yang Membius Dunia

By: Benediktus Beben

Senin tanggal 05 Juni 2017, kami sudah tiba di Stasiun kereta Amsterdam Centraal untuk melanjutkan perjalanan mengujungi kota brussel Belgia. Pagi-pagi, kami sudah pamit sama Tante Mei Ing tempat kami menginap di kota Zaandam, untuk melanjutkan petualangan kami.

Perjalanan dengan kereta api dari Amsterdam centraal sampai ke Bruxelles Midi, kami tempuh sekitar 2 jam dan sampailah kami di sebuah Stasiun yang kuno dan megah.
Kami hanya singgah 1 hari saja di kota Brussel jadi kami langsung menuju Hotel Novotel Brussel Airport untuk check in dan menyimpan barang bawaan kami. Kami sengaja memilih hotel dekat Airport supaya lebih cepat sampai ke Airport keesokan harinya untuk melanjutkan perjalanan ke Roma
Brussel/Bruxelles merupakan ibukota Negara Belgia yang terletak di antara Negara Belanda dan Perancis. Oleh karena itu, Brussel menjadi kota yang dilewati oleh wisatawan yang bepergian dari Paris ke Amsterdam atau sebaliknya.
Di Depan stasiun kereta
Sejak Perang Dunia Kedua berakhir, Brussel menjadi pusat politik internasional dan organisasi internasional seperti ibu kota de facto Uni Eropa (selain Luksemburg dan Strasbourg) dan markas lembaga Uni Eropa, Sekretariat Benelux dan markas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Sebuah Gereja
Kota ini dulu dihuni oleh penutur bahasa Belanda, kemudian perlahan beralih ke bahasa Perancis pada akhir abad ke-19. Kini, bahasa yang paling banyak dituturkan di kota ini adalah bahasa Perancis. Daerah Ibu Kota Brussel secara resmi merupakan daerah terkurung dwibahasa di Wilayah Flandria.

Semua papan jalan, nama jalan, dan berbagai iklan dan jasa menggunakan dua bahasa. Brussel lama-kelamaan semakin multibahasa seiring bertambahnya jumlah migran, ekspatriat, dan masyarakat minoritas yang menuturkan bahasanya masing-masing.
Mayoritas penduduk di Brussel beragama Katolik Roma namun pada tahun 2005, banyak terdapat penganut agama Islam hingga mencapai 25% dari penduduk di Brussel. Hal ini dikarenakan banyaknya pendatang yang berasal dari Turki dan Maroko. Jadi bagi anda yang beragama Muslim, tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkan restoran halal selama berada di Kota Brussel.
Hari sangat cerah ketika kami tiba di Brussel. Dari Hotel tempat kami menginap, kami ikut mobil commuter hotel untuk sampai ke stasiun kereta api. Tujuan kami untuk mengunjungi beberapa tempat ikonik di kota ini kami tempuh dengan jalan kaki dan naik kereta api.
Museum tintin nya tutup jadi foto depan nya saja
Sebenarnya ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi di kota brussel ini, seperti Atomium yang merupakan ikon kota Brussel, manekin Piss, Grand Palace, Katedral Michelle, Belgian Comic Strip Center dimana kita bisa mengeksplor komik terkenal Belgia yaitu Tintin dan kawan kawan (Buat penggemar komik Tintin  pastilah kenal dengan tokoh ini),

Juga ada beberapa tempat menarik lainnya. Tetapi karena waktu kami terbatas, kami hanya mengunjungi tempat yang sangat ingin kami lihat  yaitu Grand Palace, dan si mungil yang membius dunia yaitu Manekin Piss.
Dari Brussel centraal, kami berjalan kaki saja menuju Grand Place (Grote Markt) yang punya monumen-monumen penting, ada balai kota dan beberapa museum. Apa menariknya? Grand Place termasuk alun-alun yang paling indah di Eropa. Gaya bangunan terdiri dari 3 Era, yaitu Barok, Gothic dan Louis XIV. Pada tahun 1998 tempat ini masuk dalam daftar warisan Dunia UNESCO.

Kami sudah terkagum kagum begitu tiba di komplek ini dengan bangunan bangunan kuno sekeliling mata memandang. Duh sampai ga bisa berkata kata saking kagumnya. Tetapi sebelum bertambah kagum dan pingsan, kami harus mengisi perut dulu karena perut sudah keroncongan.
Pengamen keren
Kami duduk di salah satu meja di halaman sebuah Cafe menikmati cerahnya hari ini, dengan eforia turis mancanegara dan suasana yang sangat nyaman. Kata orang, kalau sampai ke Belgia cicipi makanan khas negara ini terutama Belgian wafel, tapi itu no 2 bagi kami. Yang lebih menarik selera kami adalah kentang goreng dan keong rebus (Mosselen) nya yang sangat enak katanya.
So, kami pesan 1 Mosselen rebus dan kentang goreng dan 1 bitter balen . Rasanya? Hmm menggugah selera.. apalagi kita lagi kelaparan. Makan enak, suasana santai, pemandangan indah, dan hati senang sungguh sangat sempurna apalagi sayup sayup terdengar nyanyian merdu dari para pengamen jalanan.
Setelah perut kami terisi, kami jalan jalan lagi keliling komplek Grand palace. Kami berada di tengah-tengah bangunan tinggi dan kuno yang sangat megah sampai pusing mau foto di sisi mana..

Para pelukis tampak sedang berusaha menuangkan pemandangan ini ke atas kanvas dan sebagian orang hanya termenung mengagumi kemegahannya. Kami berjalan di antara lorong-lorong bangunan ini, banyak toko-toko souvenir, toko makanan dan butik-butik terkenal  dengan merek yang mendunia.
Penasaran dengan kata orang, kamipun antri di sebuah toko penjual Wafel belgia. Setelah antri beberapa lama kamipun bisa mencicipi Wafel belgia di tempat asalnya tapi menurut saya rasanya terlalu manis jadi biasa-biasa saja.
Kami meneruskan berjalan kaki.mengexplor tempat ini sebisa kami. Ketika tiba di sudut jalan, ada 1 buah kereta kuda yang lewat dengan kusir seorang perempuan cantik membawa turis berkeliling Grand palace.
Tujuan kami selanjutnya yaitu ingin ketemu si Manekin yang jadi ikon  Belgia. Dari kejauhan kami lihat kerumunan orang sedang berfoto.. aah rupanya itulah tempat si Manekin. Ternyata patungnya kecil saja berada di sudut jalan, tetapi hebatnya patung kecil berupa anak laki sedang pipis ini sudah terkenal sampai seantero jagat.
Duh hebatnya sampai sampai kita harus bergiliran untuk berfoto. Tetapi sayang, saat kami datang, sedang ada renovasi di sekitar Manekin Piss ini sehingga pemandangannya kurang bagus. Tapi apapunlah foto saja biar ga penasaran haha..
Tidak kami lewatkan, masuk ke pusat perbelanjaan 'Galeries royales st. Hubert' yang sangat megah. Memasuki bangunan ini, saya teringat Galeria Vttoria Emanuele II di kota Milan Italia yang pernah kita singgahi beberapa waktu lalu..
Waktu tidak terasa berlalu untuk mengagumi sedikit sudut indah kota brussel. Rasa puas dan kagum masih dalam ingatan. Hari sudah menjelang sore, kami pun berjalan pulang sambil menikmati pemandangan kota Brussels yang tidak terlupakan..