CASTRO URDIALES - LAREDO
Sabtu, 5 Oktober 2024
By: Benediktus Beben
Siang beranjak malam Ketika kami tiba di kota Castro Urdiales setelah berjalan kaki 30 km dari Portugalete. Kami langsung menuju ke Alberque tempat kami menginap malam ini di sini:
Castro Urdiales adalah sebuah kota pelabuhan di Spanyol utara, berada di wilayah pantai timur Cantabria di Teluk Biscay. Castro Urdiales adalah kota modern, meskipun masih ada kastil dan gereja paroki bergaya Gotik seperti Gereja Santa María de la Asunción yang berasal dari Abad Pertengahan. Industri utamanya adalah pariwisata, perikanan, dan pengemasan ikan untuk minyak, terutama sarden dan teri.
Meskipun jumlah penduduk yang terdaftar di kota ini sekitar 32.000 jiwa, populasi penduduk di saat musim panas dapat berlipat ganda dari angka ini, karena banyak turis yang berkunjung ke kota ini yang populer karena pantai dan pelabuhannya yang indah.
Castro Urdiales awalnya bernama Portus Amanum, dan merupakan kota utama Autrigones. Pada tahun 74 M, sebuah koloni Romawi didirikan dengan nama Flaviobriga, pada masa pemerintahan Kaisar Vespasian. Kemungkinan besar koloni ini didirikan untuk menambang bijih besi yang melimpah di daerah tersebut.
Pada tahun 1163, kota Castro Urdiales menerima piagam kotanya. Kota ini terletak di ujung barat garis pantai Navarre hingga tahun 1200, ketika kerajaan tersebut diserbu oleh Alfonso VIII dari Castile. Castro Urdiales sangat diuntungkan oleh lokasinya di persimpangan jalur perdagangan antara Eropa utara dan Castile.
Kota ini dihancurkan oleh Perancis pada tahun 1813, tetapi dengan cepat dibangun kembali dan diperkuat. Peningkatan pesat populasi dan kemakmurannya berasal dari peningkatan pengembangan pertambangan besi dan komunikasi kereta api yang terjadi setelah tahun 1879.
Beberapa Objek wisata Utama di kota ini antara lain Kompleks monumen Castro Urdiales, juga dikenal sebagai Puebla Vieja, memiliki asal-usul abad pertengahan dan terletak di dekat laut. Kompleks ini dinyatakan sebagai Conjunto histórico pada tahun 1978.
Anda juga dapat berkunjung ke Gereja Santa María de la Asunción yang bergaya Gothic. Dibangun di bawah perlindungan Raja Alfonso VIII dari Kastilia pada abad ke-13 (meskipun selesai pada abad ke-15), gereja ini merupakan basilika dengan tiga nave. Di bagian dalamnya terdapat gambar Perawan Maria dan Kristus yang berbaring, serta tiga ukiran Gotik Tiga Raja. Gereja ini dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1931.
Tempat kami menginap malam ini lumayan nyaman sehingga kami bisa tidur pulas dan besoknya sudah bugar kembali untuk melanjutkan camino hari ke 4 menuju kota Laredo. Ini Rute kami hari ini..
Sekitar pukul 8.00 pagi, kami sudah keluar dari tempat penginapan, berjalan menyusuri lorong pertokoan. Dari kejauhan terdengar suara deburan ombak, seolah mengajak kami untuk mampir melihat keindahan pantai di kota ini. Matahari baru mengintip dari balik awan, semburat warna kuning keemasan menandakan pagi yang cerah telah datang. Setelah menikmati keindahan tepi pantai, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju titik temu dengan kawan seperjalanan di Plaza de Toros sebuah bangunan tempat adu banteng. Di tempat kuno berwarna kuning ini, kami mulai melanjutkan perjalanan Camino kami menuju Laredo.
Arena adu banteng Castro-Urdiales, yang memiliki nilai arkeologis dan artistik, terletak di lingkungan Urdiales, di Jalan Silvestre Ocho 29. Arena ini, dibangun berkat sumbangan masyarakat, saat ini memiliki kapasitas 5.200 tempat duduk. Tradisi adu banteng di kotamadya Cantabria ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, ketika banteng-banteng diadu di alun-alun Balai Kota. Dibangun antara tahun 1911 dan 1912, gaya artistiknya eklektik – Neo-Mudéjar. Arena adu banteng, yang dirancang oleh arsitek Castro Urdiales, Eladio Laredo, memiliki denah lantai melingkar dan dua lantai yang dibangun di atas beton bertulang. Arena ini memiliki pintu masuk utama yang terdiri dari dua menara yang mengapit pintu lengkung berbentuk tapal kuda runcing dan lengkungan yang saling terkait di lantai kedua.
Lapangan ini menonjol karena kesederhanaannya dan desainnya dalam gaya Neo-Mudejar, serta penggunaan material baru pada saat itu, seperti semen bertulang. Arena ini diresmikan pada tanggal 21 Juli 1912, oleh Fernando España Ladevese sebagai walikota kota Cantabria.
Dari Plaza de Toros, kami berjalan menyusuri pinggiran kota terus menanjak, dari jalan beraspal hingga jalan setapak, dari satu desa ke desa lainnya. Berjalan terus sambil menikmati pemandangan yang asri dan menyejukan mata.
Kami memasuki pinggiran hutan, melewati jalanan berbatu masuk ke hutan kecil, dan begitu keluar dari area hutan, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ternyata kami berjalan di antara hutan dan tebing pantai.. fantastik sekali. Sebelah kiri kami hutan dan sebelah kanan kami, tebing pantai dengan lautan cantabria yang sungguh menawan.
Kami terus berjalan menyusuri tebing ini, istirahat sebentar sambil menikmati pemandangan lautan Cantabria yang memukau. melangkah di sepanjang tebing keluar masuk desa sampai tiba di jalan raya beraspal. Beberapa jam kemudian, kami memasuki kota Laredo kota kecil yang asri.
Hari ini kami akan menginap di sebuah biara suster-suster biarawati. Kami masuk ke sebuah bangunan tua, dan diterima oleh Suster suster yang baik hati dan ramah, diantar ke tempat istirahat kami dengan kamar yang luas dan banyak tempat tidur bertingkat khas asrama.
Kamar tempat kami menginap merupakan sebuah kamar yang luas dengan 20 tempat tidur bertingkat. Ada kamar mandi, dapur, ruang makan yang semuanya tertata rapih dan bersih. Selain rombongan kami, ada juga peregrino lain yang menginap bersama kami.
Sebelum istirahat, kami berjalan keluar biara, mau melihat sudut kota kecil Laredo sambil sekalian cari makan malam. Kami menemukan Tulisan kota di sebuah taman cocok untuk diabadikan sebagai kenang - kenangan pernah singgah di kota ini.
Sore masih tampak cerah hingga kami bisa jalan sedikit dan menikmati makan malam di sebuah cafe. Sekitar pukul 18, kami kembali ke biara, suster suster dan Romo di sana akan mengadakan doa malam bersama para peziarah.
Jadi kami langsung ke kapel dan berdoa bersama. Pator dan suster memberikan berkatnya kepada kami para peziarah pada doa malam itu. Sungguh mengesankan.
Malam ini kami bisa istirahat dengan tenang di biara ini, sampai terbangun keesokan paginya. Berkemas dan melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.. Selamat tinggal Laredo, berkatMU kubawa sepanjang masa..








.jpg)




