Translate

Kamis, Mei 28, 2026

CAMINO SANTIAGO DEL NORTE (Hari ke 3) : - CASTRO URDIALES to LAREDO

CASTRO URDIALES - LAREDO

Sabtu, 5 Oktober 2024

By: Benediktus Beben


Siang beranjak malam Ketika kami tiba di kota Castro Urdiales setelah berjalan kaki 30 km dari Portugalete.   Kami langsung menuju ke Alberque tempat kami menginap malam ini di sini:


Karena keburu malam sampai kota Castro Urdiales, kami tidak sempat mengenal kota ini lebih dalam karena keterbatasan waktu. Kami hanya mengenal kota ini sekilas saja selama perjalanan memasuki kota ini. 

Padahal saya ingin sekali ngubek sedikit tentang kota Pelabuhan ini .. tapi ya sudahlah mungkin suatu hari bisa ke sini lagi wkwkw.. Ini sekilas tentang kota Castro Urdiales yang saya kutip sebelumnya dari beberapa sumber.

Castro Urdiales adalah sebuah kota pelabuhan di Spanyol utara, berada di wilayah pantai timur Cantabria di Teluk Biscay. Castro Urdiales adalah kota modern, meskipun masih ada kastil dan gereja paroki bergaya Gotik seperti Gereja Santa María de la Asunción yang berasal dari Abad Pertengahan. Industri utamanya adalah pariwisata, perikanan, dan pengemasan ikan untuk minyak, terutama sarden dan teri.


Meskipun jumlah penduduk yang terdaftar di kota ini sekitar 32.000 jiwa, populasi penduduk di saat musim panas dapat berlipat ganda dari angka ini, karena banyak turis yang berkunjung ke kota ini yang populer karena pantai dan pelabuhannya yang indah.


Castro Urdiales awalnya bernama Portus Amanum, dan merupakan kota utama Autrigones. Pada tahun 74 M, sebuah koloni Romawi didirikan dengan nama Flaviobriga, pada masa pemerintahan Kaisar Vespasian. Kemungkinan besar koloni ini didirikan untuk menambang bijih besi yang melimpah di daerah tersebut.

Pada tahun 1163, kota Castro Urdiales menerima piagam kotanya. Kota ini terletak di ujung barat garis pantai Navarre hingga tahun 1200, ketika kerajaan tersebut diserbu oleh Alfonso VIII dari Castile. Castro Urdiales sangat diuntungkan oleh lokasinya di persimpangan jalur perdagangan antara Eropa utara dan Castile. 

Kota ini dihancurkan oleh Perancis pada tahun 1813, tetapi dengan cepat dibangun kembali dan diperkuat. Peningkatan pesat populasi dan kemakmurannya berasal dari peningkatan pengembangan pertambangan besi dan komunikasi kereta api yang terjadi setelah tahun 1879.


Beberapa Objek wisata Utama di kota ini antara lain Kompleks monumen Castro Urdiales, juga dikenal sebagai Puebla Vieja, memiliki asal-usul abad pertengahan dan terletak di dekat laut. Kompleks ini dinyatakan sebagai Conjunto histórico pada tahun 1978.

Anda juga dapat berkunjung ke Gereja Santa María de la Asunción yang bergaya Gothic. Dibangun di bawah perlindungan Raja Alfonso VIII dari Kastilia pada abad ke-13 (meskipun selesai pada abad ke-15), gereja ini merupakan basilika dengan tiga nave. Di bagian dalamnya terdapat gambar Perawan Maria dan Kristus yang berbaring, serta tiga ukiran Gotik Tiga Raja. Gereja ini dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1931.

Tempat kami menginap malam ini lumayan nyaman sehingga kami bisa tidur pulas dan besoknya sudah bugar kembali untuk melanjutkan camino hari ke 4 menuju kota Laredo. Ini Rute kami hari ini..

RUTE CAMINO:

1.Castro Urdiles - Allendelagua (3,5 Km)
2. Allendelagua - Cerdigo (1,9 km)
3. Cerdigo - Islares (3,2 Km)
4. Islares - El Pontarron de Guriezo (4,1 Km)
5. El Pontarron de Guriezo - Mollaneda (6,1 Km)
6. Mollaneda - Iseca Vieja (0,8 km)
6. Iseca Vieja- Laredo (6,1 km)

Sekitar pukul 8.00 pagi, kami sudah keluar dari tempat penginapan, berjalan menyusuri lorong pertokoan. Dari kejauhan terdengar suara deburan ombak, seolah mengajak kami  untuk mampir melihat keindahan pantai di kota ini. Matahari baru mengintip dari balik awan, semburat warna kuning keemasan menandakan pagi yang cerah telah datang. Setelah menikmati keindahan tepi pantai, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju titik temu dengan kawan seperjalanan di Plaza de Toros sebuah bangunan tempat adu banteng. Di tempat kuno berwarna kuning ini, kami mulai melanjutkan  perjalanan Camino kami menuju Laredo.



Arena adu banteng Castro-Urdiales, yang memiliki nilai arkeologis dan artistik, terletak di lingkungan Urdiales, di Jalan Silvestre Ocho 29.  Arena ini,  dibangun berkat sumbangan masyarakat, saat ini memiliki kapasitas 5.200 tempat duduk. Tradisi adu banteng di kotamadya Cantabria ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, ketika banteng-banteng diadu di alun-alun Balai Kota. Dibangun antara tahun 1911 dan 1912, gaya artistiknya eklektik – Neo-Mudéjar. Arena adu banteng, yang dirancang oleh arsitek Castro Urdiales, Eladio Laredo, memiliki denah lantai melingkar dan dua lantai yang dibangun di atas beton bertulang. Arena ini memiliki pintu masuk utama yang terdiri dari dua menara yang mengapit pintu lengkung berbentuk tapal kuda runcing dan lengkungan yang saling terkait di lantai kedua.

Lapangan ini menonjol karena kesederhanaannya dan desainnya dalam gaya Neo-Mudejar, serta penggunaan material baru pada saat itu, seperti semen bertulang. Arena ini diresmikan pada tanggal 21 Juli 1912, oleh Fernando España Ladevese sebagai walikota kota Cantabria. 

Dari Plaza de Toros, kami berjalan menyusuri pinggiran kota terus menanjak, dari jalan beraspal hingga jalan setapak, dari satu desa ke desa lainnya. Berjalan terus sambil menikmati pemandangan yang asri dan menyejukan mata. 


Kami memasuki pinggiran hutan, melewati jalanan berbatu masuk ke hutan kecil, dan begitu keluar dari area hutan, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ternyata kami berjalan di antara hutan dan tebing pantai.. fantastik sekali. Sebelah kiri kami hutan dan sebelah kanan kami, tebing pantai dengan lautan cantabria yang sungguh menawan. 



Kami terus berjalan menyusuri tebing ini, istirahat sebentar sambil menikmati pemandangan lautan Cantabria yang memukau. melangkah di sepanjang tebing keluar masuk desa sampai tiba di jalan raya beraspal. Beberapa jam kemudian, kami memasuki kota Laredo kota kecil yang asri. 



Hari ini kami akan menginap di sebuah biara suster-suster biarawati. Kami masuk ke sebuah bangunan tua, dan diterima oleh Suster suster yang baik hati dan ramah, diantar ke tempat istirahat kami dengan kamar yang luas dan banyak tempat tidur bertingkat khas asrama. 



Kamar tempat kami menginap merupakan sebuah kamar yang luas dengan 20 tempat tidur bertingkat. Ada kamar mandi, dapur, ruang makan yang semuanya tertata rapih dan bersih. Selain rombongan kami, ada juga peregrino lain yang menginap bersama kami.



Sebelum istirahat, kami berjalan keluar biara, mau melihat sudut kota kecil Laredo sambil sekalian cari makan malam. Kami menemukan Tulisan kota di sebuah taman cocok untuk diabadikan sebagai kenang - kenangan pernah singgah di kota ini. 



Sore masih tampak cerah hingga kami bisa jalan sedikit dan menikmati makan malam di sebuah cafe. Sekitar pukul 18, kami kembali ke biara, suster suster dan Romo di sana akan mengadakan doa malam bersama para peziarah


Jadi kami langsung ke kapel dan berdoa bersama. Pator dan suster memberikan berkatnya kepada kami para peziarah pada doa malam itu. Sungguh mengesankan.



Malam ini kami bisa istirahat dengan tenang di biara ini, sampai terbangun keesokan paginya. Berkemas dan melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.. Selamat tinggal Laredo, berkatMU kubawa sepanjang masa..






Kamis, Januari 22, 2026

CAMINO SANTIAGO DEL NORTE 2024 ( Hari ke 2) - PORTUGALETE to CASTRO URDIALES

Portugalete - Castro Urdiales

Jumat, 4 Oktober 2024

DAY 2: CAMINO SANTIAGO DE COMPOSTELA 

By: Benediktus Beben

Kota Portugalete

Setelah melewati jembatan penyeberangan Bizkaia dari Getxo, sampailah kami di Portugalete. Meskipun namanya demikian, kota ini tidak terletak di dekat perbatasan Spanyol dengan Portugal, dan nama Portugalete juga tidak terkait secara etimologis dengan negara tersebut: melainkan berasal dari adaptasi fonetik nama Basque-nya (Portu-Ugaldeta) / (tepi pelabuhan) ke dalam bahasa Spanyol.

Jembatan gantung Bizkaia

Portugalete adalah kota bersejarah di Negara Basque, Spanyol, dekat Bilbao, terkenal dengan pelabuhan tuanya, pusat kota yang menawan. Kota ini memiliki Jembatan Vizcaya / Bizkaia, sebuah jembatan pengangkut yang diresmikan pada tahun 1893. Feri mobil yang digantung dari kerangka dengan kawat yang terhubung ke roda pada rel di atas kabin dan bergerak dari satu sisi Sungai Nervión ke sisi lainnya. 

Pemandangan saat menuju Castro Urdiales

Jembatan Bizkaia yang iconic telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, menjadikannya tujuan menarik untuk dijelajahi di wilayah Bizkaia, menawarkan perpaduan sejarah maritim, arsitektur, dan gastronomi Basque yang kaya. 


Dahulu, Portugalete merupakan pelabuhan penting, menjadi tujuan liburan musim panas bagi kaum borjuis pada abad ke-19. Pusat Bersejarah (Casco Histórico): Menawarkan banyak bangunan kuno dan suasana kota tua yang menarik serta pelabuhan Tua (Puerto Viejo): Area yang indah dengan pemandangan muara dan banyak restoran. 

Foto dulu pas lagi jalan di tebing pantai

Kami hanya menginap 1 malam di Portugalete, jadi sore hari setibanya di kota ini, kami langsung cari ALBERQUE BIDE-ONA
addr: Julio Gutierrez Lumbreras 10,
Portugalete 48920 Spain.

Saat berangkat dari Alberque Bide Ona

Tempat kami menginap malam ini, sudah di booking sebelumnya melalui Traveloka. Tempatnya lumayan bersih dan nyaman.. Ada beberapa kamar yang sudah terisi juga oleh tamu sesama peziarah. 

Sampai di Portugalete

Enaknya nginap di Alberque ketika camino, di tempat ini serasa rumah sendiri, ada dapur umum dan meja makan yang bisa berbagi dengan tamu lain sehingga kami bisa berinteraksi pada saat berkumpul di meja makan. Itulah ciri khas dari Alberque selama beberapa kali nginap ketika camino Santiago. 

nyantai dulu

Camino de Santiago memberikan kita suatu pengalaman baru yang sangat berharga. Waktu pertama kali camino di tahun 2019 via jalur Sarria, rasanya senang sekali ketika berpapasan dengan para peziarah dari berbagai penjuru dunia, saling menyapa 'Buen camiono' ketika kami berpapasan di jalan, ngobrol akrab ketika istirahat makan di cafe, semuanya begitu mengesankan. 


Tapi Saat Camino di rute Del norte ini, pengalamannya sedikit  berbeda. Kami jarang sekali bertemu dengan para peziarah camino sehingga kami bisa berjalan dalam suasana hening sambil menikmati indahnya alam. Kami hanya bertemu penduduk lokal di beberapa titik ketika memasuki pedesaan dan sedikit sekali bertegur sapa dengan peziarah lain.  

Meneruskan perjalanan dari pantai La arena 

Tapi walaupun relatif sepi, pemandangan yang disuguhkan sungguh indah. Perpaduan pemandangan daratan dan  lautan yang silih berganti, sehingga  tidak mengurangi nilai camino kami. Luar biasa...

Makanan jasmani kami di Camino

Dari dermaga penyeberangan, kami langsung menginjakan kaki di kota kecil Portugalete. Tujuan pertama kami mencari penginapan dan mengunjungi gereja sambil cari makan malam. Jalanan menuju tempat menginap kami dan menuju gereja cukup menanjak, tapi ada satu pemandangan unik yang baru pertama kali kami lihat sepanjang perjalanan camino kami.. Baru di kota ini kami lihat ada escalator di trotoar jalan menuju ke atas.. unik sekali ya ada escalator di jalanan.. Jadi kami tidak terlalu cape buat sampai ke gereja yang ada di atas bukit itu..

Escalator di jalanan Portugalete

Kami sempat berkunjung ke Gereja yang tadi kami lihat di seberang sungai Nervion. Basilika Santa Maria dari Portugalete (bahasa Spanyol: Basílica de Santa María). 

Basilica Santa Maria dari Portugalete

Gereja kuno dengan bebatuan yang kokoh, berdiri di atas bukit seolah mengawasi para pendatang yang berkunjung ke Portugalete.  

Gerbang Basilica Santa Maria dari  Portugalete

Tapi sayangnya, pintu gerejanya dikunci, jadi kami hanya duduk santai dan berdoa di pelataran gereja saja sambil menikmati pemandangan senja yang indah ke arah jembatan penyeberangan Viscaya/Bizkaia. Foto - foto di taman lalu mencari tempat makan buat makan malam kami..



Senja beranjak malam, dan kami pun perlu istirahat. Setelah makan malam, kami menuju kamar masing - masing untuk beristirahat malam ini. Walaupun tidak banyak tempat yang kami kunjungi di kota ini, tapi kami senang sekali bisa menikmati jembatan di atas sungai nervion dan menikmati cuaca yang bagus di Portugalete.. 

di salah satu sudut kota Portugalete

Keesokan harinya, Pagi - pagi kami bangun dengan bugar dan bersiap - siap melanjutkan perjalanan camino kami,  meninggalkan wilayah Basque  Country menuju kota berikutnya yaitu Castro Urdiales yang berada di wilayah Cantabria. 


Ini rute kami hari ini..

DISTANCE : 25.4 KM (7 HOURS)
RUTE CAMINO
1. Portugalete - Gallarta (5,5 km)
2. Gallarta - La Arena (5,1 km)
3. La Arena - Pobena (1,1 Km)
4. Pobena - Onton (5,6 Km)
5. Onton - Miono (4,7 km)
6. Miono - Castro Urdiales (3,4 Km)


Hari masih gelap Ketika kami keluar dari Albrerque Bide Ona..Berjalan menyusuri jalanan beraspal menuju ke arah luar kota Portugalete. Melewati pedesaan dengan pemandangan indah hingga sampai ke sebuah pantai La Arena yang cukup ramai dengan para turis. 

Pantai La Arena

Kami memilih sebuah cafe untuk sekalian makan siang dengan menu yang cukup enak. Menikmati makan siang sambil bercengkrama dengan sahabat seperjalanan dan menikmati suasana pantai yang hangat. 

Selesai makan siang, kami melanjutkan lagi Perjalanan menyusuri pasir pantai sampai keluar dari area ini, lalu berjalan di sepanjang tebing pantai dengan pemandangan lautan luas.. sungguh indah sekali. 


Udara cerah dengan angin sepoi - sepoi menerpa wajah. Perjalanan relatif mudah karena jalanan rata dan aman, melewati sebuah terowongan pendek dan terus berjalan dengan santai sampai keluar menuruni bukit ke arah kota Castro Urdiales. 


Hari menjelang malam ketika kami sampai di Castro Urdiales sehingga rasanya ga mungkin lagi mengeksplor kota ini. Mungkin suatu hari harus datang lagi ke kota pantai ini wkwkwk... Kami malam ini menginap di sini:


PRECIOSO APARTAMENTO CASTRO URDIALES

17 Calle Ardigales, Castro Urdiales, 39700 Spain Phone: +34649334838



Selamat istirahat sampai besok melanjutkan camino ke kota Laredo...