Translate

Senin, September 18, 2023

Camino de Santiago - Portuguese Way (2)

 

Camino lagii ..  ke Santiago de Compostela 2022

Tui - O Porrino

By: Benediktus Beben

Yuk kita lanjut cerita tentang perjalanan  Camino kami si Pasukan keong ..

Memulai Camino dari O Porrino

Rabu, 5 Oktober 2022 O Porrino - Redondela
Setelah menginap semalam di kota O Porrino yang cantik, kami melanjutkan perjalanan kami hari ini. Tadinya, kami akan jalan sampai kota Arcade, tetapi karena beberapa alasan, kami sepakat berjalan hanya sampai kota Redondela. 

Spot Photo
Inilah rute yang akan kami lalui hari ini.

1. O PORINNO - AMEIRO LONGO

 2. AMEIRO LONGO - MOS

 3. MOS - CRUCEIRO DE LOS CABALLEROS

 4. CRUCEIRO DE LOS CABALLEROS - SANTIAGUINO DE ANTAS

5. SANTIAGUINE DE ANTAS - CASAL DO MONTE

6. CASAL DO MONTE - O SOUTO

7. O SOUTO - O MURO

8. O MURO - REDONDELA


Hari yang cerah di perjalanan camino

Pukul 7 pagi, kami sudah keluar dari Penginapan kami di Alberque Sendasur dan tidak lupa kami berdoa bersama sebelum memulai perjalanan Camino. Ini sudah menjadi suatu kebiasaan kami. 

Hari masih tampak remang-remang ketika kami mulai berjalan meninggalkan kota O Porrino. Lampu - lampu jalanan masih menyala dan beberapa kendaraan mulai berseliweran. 

Sudut kota O Porrino di kala pagi

Beberapa km berjalan dalam keheningan sampai muncul matahari pagi yang menghangatkan. Hari ini sungguh cerah. Kami berjalan melewati pedesaan berjalan aspal dan melewati perkebunan sampai tiba di sebuah cafe dekat gereja kecil di sebuah desa bernama Mos. 

Di sebuah Cafe di Mos
Dalam perjalanan Camino, salah satu yang membuat kami semangat tentu saja ketemu Cafe dan kami selalu tergoda untuk mampir.. tentu saja  dengan alasan mau ke toilet hahaha.. padahal mau menikmati kopi dan mencicipi kudapannya.. weleh selalu nikmat rasanya..

menu sarapan ala camino

Tak lupa kami mampir ke Gereja ini untuk minta stempel dan tentu saja, sesudahnya nongkrong di cafe untuk sarapan pagi dan istirahat sejenak. Agak antri juga ketika kami masuk ke cafe ini. 

Gereja di Mos

suasana Cafe
Kami duduk di sebuah meja di pojokan cafe ini untuk menikmati hangatnya secangkir kopi dan sepiring sarapan pagi.. 

Di sini ada sebuah museum kecil tentang Camino. Jadi setelah sarapan, kami mampir sebentar untuk melihat museum kecil ini. Ada bebrapa benda yang berhubungan dengan camino. 

di sudut sebuah museum kecil

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan melewati perkebunan dan memasuki sebuah hutan lindung. Sayup-sayup terdengar alunan musik tradisional ketika memasuki hutan lindung ini. 

                                      Maria the musician

Semakin dekat ke sumber suara itu, tampak seorang gadis sedang memainkan alat musik sambil menari. Kami sempat ngobrol dengan musician ini yang bernama Maria dan alat musik yang dimainkannya yang disebut Gaida.

bersama Maria dan peregrino lain

Sambil refresing, kami nikmati alunan musiknya sambil menari di tengah hutan.. 

asiiik.. bisa santai sejenak sambil melepas lelah. 

Gracias Maria sampai ketemu di belokan lain ya.. musikmu sungguh enak di dengar dan membuat camino kami semakin berwarna. 

Jadi kita semakin tambah semangat  untuk melanjutkan perjalanan camino.

Ayoo semangat..


Kami terus berjalan keluar dari area hutan dan menuruni sebuah bukit. Di kejauhan tampak sebuah lembah dengan pemandangan yang indah. 


Hari masih tampak cerah dan matahari memberi kehangatan di perjalanan kami,  sampai tiba di Redondela. Kami berjalan sampai menemukan sebuah penginapan berlambang seorang pelaut bernama A Darsena Do Frances Alberque. 

Alberque tempat kami nginap

Tempatnya sangat bagus dengan taman yang cukup  luas. Ada beberapa meja kursi di tamannya dan Kami bisa nongkrong di sini sambil menikmati hangatnya suasana sore hari. 

Suasana sore di pelataran Alberque

Buat tidurnya gimana? 
Masing-masing mendapatkan sebuah tempat tidur di sebuah ruangan dengan banyak tempat tidur bertingkat dan beberapa peziarah yang menginap di sini. 


Tapi tempatnya bersih dan nyaman ga usah khawatir pasti bisa tidur dengan nyaman. Kamar mandi bersih dan kalau kita mau bisa pesan juga beberapa macam makanan di sini. 

Good bye Redondela

Keesokan harinya, kami siap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Dan sebelumnya dibantu oleh peregrino dari Mexico untuk transfer ransel kami ke kota tujuan berikutnya. Kalau mau titip ransel buat di pick up sama kurir, biasanya kami minta bantuan Receptionis tempat kami nginap. Tapi kemarin kami lupa bilang dan pagi ini kami belum ketemu sama si receptionis. Untung ada Peregrino Astrid yang bantu calling jasa kurir nya.. Nuhun Neng Astrid..

Peregrino Astrid fr Mexico

Oiya saya mau cerita sedikit tentang masalah koper atau ransel yang kita bawa. 


Kita bisa berjalan Camino dengan ransel yang besar sesuai dengan berat barang kebutuhan kita tapi disarankan, berat minimal 10% dari berat badan kita ya..

Camino 2019

Ini pastinya lumayan berat buat jalan. Kita pernah merasakannya di Camino pertama dari Sarria. Pertama kali jalan Camino dengan ransel besar sungguh aga berat, tapi kami ingin merasakannya sebagai peregrino sejati haha.. Tapi di hari ke 3, kami memutuskan untuk titip kurir saja dan melanjutkan perjalanan camino dengan beban yang lebih ringan..

Camino 2019

Pada camino kali ini, kita ingin jalan santai tanpa beban. Jadi ransel kita yang besar, kita titip pakai jasa kurir. Biasanya petugas front office tempat kita menginap bisa bantu dan kita cantumin alamat kota tujuan dan tempat kita menginap di kota berikutnya supaya kurir bisa drop tas kita di sana. Biayanya sekitar Euro 5 -10/tas atau ransel. Jadi ketika kita sampai di penginapan, tas kita sudah sampai di sana dengan selamat, 
Ransel yang akan dititip sama kurir

Dengan cara ini,  kita bisa jalan santai dengan ransel kecil menikmati perjalanan Camino. Tetapi itu terserah pada pilihan kita masing-masing.

Kita lanjut part 3 ya ...
Jangan lupa ikuti perjalanan Camino kami di youtube  untuk bantu Subscribe, share dan komen nya ya..

Jejak Ben

Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar