Translate

Kamis, Maret 03, 2016

Christchurch, South New Zealand

Bangkit pasca Diguncang Gempa 

By : Benediktus Beben

Pada tgl. 2 April 2016 perjalanan ke selatan bumi bisa terwujud. New Zealand.. adalah negara yang kami kunjungi. Sudah lama kami merencanakan traveling ke negara ini, 

Kami beruntung punya kesempatan yang sangat baik dan dibantu oleh orang orang yang sayang sama kami. 

Melalui mereka lah impian kami bisa terwujud. 

Dari Jakarta kami terbang dengan Garuda Indonesia tujuan Melbourne di Australia karena ada hal yang harus kami kerjakan di kota ini. Kami hanya singgah di kota ini dari pagi sampai sore karena malam harinya harus terbang lagi ke negara tujuan kami.. New Zealand.

O Iya, New Zealand terdiri dari 2 pulau utama yaitu North Island dan South Island. Kami berencana memulai perjalanan dari South ke North. Perjalanan akan dimulai dari kota Christchurch di South Island dan akan berakhir di kota Auckland di North Island dengan mengendari mobil sewaan yang sudah kami booking via internet. Ada beberapa alternatif untuk meng explore NZ diantaranya dengan bersepeda, sewa mobil yang sesuai kebutuhan, sewa Camper Van, atau naik bis wisata seperti Kiwi Experience.

Jadi, Sesuai Itinarary yang sudah tersusun rapih dari sahabat seperjalanan kami, kota pertama yang kami kunjungi adalah kota Christchurch yang merupakan salah satu kota terbesar di pesisir timur South Island New Zealand. Secara administratif, Christchurch merupakan ibu kota dari Region Canterbury, satu dari beberapa region di negara ini.
Nama Christchurch sendiri berasal dari kolese katedral Christ Church di Universitas Oxford. 

Dalam bahasa Maori, Christchurch disebut juga sebagai Otautahi atau tempat Tautahi. Kami tiba di kota ini jam 9 pagi tanggal 4 April. Di Christchurch Airport, kami bertemu dengan 1 orang lagi teman kami yang tinggal di Auckland yang akan jadi rekan seperjalanan kami menyusuri New Zealand. Jadi kami berjumlah 5 orang.

Kota ini beberapa kali diguncang gempa bumi. Salah satu gempa terbesar terjadi pada bulan Februari 2011. Setelah gempa bumi ini, praktis city centre Christchurch hancur. Jadi banyak tempat wisata yang dijelaskan di buku-buku travel sudah tidak bisa diakses lagi. Sebagian besar wilayah city centre ditutup untuk proses pembangunan ulang. 

Gedung yang tidak ada lagi yang paling utama adalah Cathedral Square dengan Christchurch Cathedral, serta semua gedung di sekitarnya. Setelah mengambil mobil yang kami sewa, kami mengunjungi tempat ini dipandu oleh rekan kerja teman seperjalanan kami.. Tampak Catedral yang hancur dengan puing puing berserakan dan beberapa sisa bangunan yang dijadikan monumen. Catedral Square dan sekitarnya yang telah hancur akibat gempa.
Di Pelataran Monumen Cathedral

Dari pelataran Cathedral, kami melanjutkan perjalanan ke pusat kota dan mencari sebuah restaurant untuk makan siang. Jadi kami singgah di salah satu cafe di pinggiran sungai di satu sudut Christchurch Botanic Garden. Botanic Garden ini merupakan salah satu yang terbesar di NZ tetapi karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat masuk ke taman ini. Tetapi dari Cafe tempat kami makan, kami bisa melihat lihat taman ini dari belakang Cafe. Ada beberapa perahu di sungai pinggir cafe yang sedang dikayuh oleh beberapa group turis.
Pemandangan yang cukup indah...

Selain itu di mulut Botanic Garden terdapat Canterbury Museum, tempat koleksi sejarah colonial dan Maori.

Sebenarnya di kota Christchurch ada tram yang melintasi pusat kota, lagi-lagi sayangnya tidak beroperasi lagi karena gempa tersebut.

Kami sempat berfoto dengan kereta trem dan masinis nya yang berkostum antik.
Trem dan masinis
Persinggahan yang singkat di kota Chistchurch adalah awal yang indah untuk menyusuri New Zealand selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar