Translate

Senin, April 16, 2012

AVIGNON CITY, FRANCE

AVIGNON 

Ketika melintasi kota ini, kami melewati benteng yang sangat panjang,  dalam hati  bertanya tanya ada apa di balik benteng itu?  
di depan gerbang kota tua Avignon
Rasa penasaran kami terjawab ketika kami masuk ke dalamnya... ternyata itu sebuah kota yang indah dengan bangunan bangunan kuno yang tertata rapih...

AVIGNON....... mendapat julukan Great City of Popes (kota besar Paus), karena kehadiran paus dan Anti Paus di kota ini antara th 1309-1423 selama perpecahan Katolik.  Kota ini juga selama berabad-abad merupakan salah satu pusat seni utama  Perancis.

Avignon, dari seberang Sungai
AVIGNON memiliki iklim Mediterania yang ditandai dengan musim panas yang relatif kering dan dingin,serta musim dingin yang lembab. Kota ini sering dilanda cuaca berangin, dan angin terkuat adalah mistral.

Pada musim panas, kota AvVIGNON banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat bangunan bangunan  bergaya GOTHIC yang spektakuler seperti museum, gereja-gereja kuno, kapel dan biara, serta hotel dan restoran dengan dekorasi yang indah.

AVIGNON terletak di tepi kiri sungai Rhône, sekitar 580 km (360,4 mil) selatan-timur kota Paris. Dari 94.787 penduduk kota (per 1 Januari 2010), sekitar 12.000 tinggal di pusat kota kuno yang dikelilingi benteng abad pertengahan yang dibangun pada th 1403 oleh Anti-Paus Benediktus XIII, paus terakhir dari 9 paus yang tinggal di kota ini sepanjang abad ke 14.

DI ATAS JEMBATAN ST BENEZET
Paus pertama yang datang ke AVIGNON adalah Paus Clement V th 1309, yang diundang oleh Raja Philippe le Bel ("the Good"), seolah-olah untuk melindungi dia dari kekuasaan anarki Roma. Pada kenyataannya, Philippe melihat kesempatan untuk memperpanjang kekuasaannya atas Gereja dengan menjaga keselamatan Paus di dalam Provence, yang dikenal sebagai masa Gereja Babel ( "the Church's Babylonian captivity" )..

Di pelataran Palais des Papes
Palais des Papes
Penerus Clement adalah kelompok bervariasi, mulai dari John XXII, sampai kemudian Paus Gregory XI, yang berhasil membangun kembali kepausan di Roma pada 1378. Namun  demikian, ini bukan akhir dari kepausan di AVIGNON - setelah kematian Paus Gregory XI di Roma, kardinal lokal yang pembangkang memilih Paus mereka sendiri di kota ini dengan memprovokasi faham Barat, sehingga kekuasaan ini berlangsung sampai Paus Benediktus melarikan diri dari AVIGNON ke pengasingan dekat Valencia pada tahun 1409.

Kami memasuki gerbang ke kota tua itu, melewati jembatan Saint Benezet di atas sungai Rhone dan Ketika masuk ke Istana paus (Palais des Papes) kami sangat kagum dengan bangunan kuno yang kokoh dan sangat besar ini, dengan ruangan2 yang luas serta dekorasi yang indah. mengunjungi toko toko souvenir, restoran dan bangunan bangunan lainnya di kota ini sungguh pengalaman luar biasa seolah melintasi abad lampau...  
Salah satu ruangan di Palais des Papes
Palais des Papes dari balik jendela
Di sebuah sudut Palais des Papes
Saat ini kota AVIGNON  kuno dengan bentengnya, Gedung pusat bersejarah, Palace of the popes (Palais des Papes), Rocher des Doms, dan jembatan Saint Benezet telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Kamis, April 12, 2012

LE PONT DU GARD, FRANCE


PONT DU GARD
Hari menjelang senja disertai angin kencang yang menusuk tulang ketika kami tiba di pont du Gard di Nimes Perancis. Dari kejauhan tampak berdiri dengan megahnya sebuah jembatan yang unik, tinggi dan kokoh.
Pont du Gard .... merupakan sebuah jembatan saluran air (Aqueduct bridge) dari jaman Romawi kuno yang melintasi Sungai Gard (Gard River) di Perancis selatan.
Pont Du Gard merupakan bagian dari 50 km (31 mil) saluran air kuno yang melintasi Uzès dan Nîmes di Selatan Perancis. Terletak di Vers-Pont-du-Gard dekat Remoulins. Saluran air ini dibangun oleh bangsa Romawi pada abad pertama dan tercatat dalam daftar UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1985, sebagai jembatan saluran air Romawi tertinggi dan terbaik setelah Aqueduct of Segovia.

Jembatan ini memiliki tiga tingkatan lengkungan, dengan ketinggian 48,8 m (160 kaki), dapat menyalurkan sekitar 200 juta liter (44 juta galon) air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air warga Nîmes dan sekitarnya. Saat ini, Pont du Gard merupakan salah satu tujuan wisata Perancis yang banyak dikunjungi wisatawan.

Kami berjalan menembus dingin dan angin kencang untuk mengagumi bangunan kuno ini. 

Saya pernah tahu dan melihatnya di sebuah majalah tentang bangunan ini. Dan sungguh mengagumkan bisa melihat keindahan
dan keagungannya tepat di depan mata.


Kekaguman saya terbawa sampai kembali pulang.. ketika saya melihat sebuah bunga cemara di lemari kaca.... sebuah bunga cemara yang saya pungut di semak-semak ketika berjalan meninggalkan pont du Gard sebagai hadiah untuk istri tercinta...

Au Revoir
 

Selasa, April 03, 2012

MONT SAINT MICHEL FRANCE

 MYSTERIOUS ISLAND NAN AGUNG....
Setelah menempuh sekian lama perjalanan melewati daerah pedesaan, tampak dari kejauhan di balik kabut tebal sebuah pulau yang terlihat sangat megah dan misterius, berdiri sendirian di tengah laut yang sepi.. itulah Mont Saint-Michel (bahasa Inggris: Mount Saint Michael) yang merupakan sebuah pulau pasang berbatu di Normandi, sekitar satu kilometer dari pesisir utara Perancis di mulut sungai Couesnon dekat Avranches.

Mont St Michel merupakan sebuah situs biara kuno yang awalnya terhubung dengan daratan utama melalui
sebuah jembatan darat alami yang sederhana, jembatan ini akan tertutup pada saat laut pasang sehingga pulau itu benar benar terisolir dan akan terlihat lagi pada saat air laut surut. Oleh karena itu Mont Saint Michel
mendapat gelar mistik yaitu pulau pasang.

Pada 1879, jembatan tanah tersebut dibangun menjadi sebuah causeway sehingga Kini Mont Saint-Michel dapat diakses 24 jam. Di kota yang berdiri di atas sebuah formasi geologi menakjubkan ini, kita bisa mengambil tur ke biara dan kota kecil di sekitarnya pada siang hari. Bahkan kalau kita punya waktu lebih, kita bisa bermalam di salah satu penginapan di sini untuk merasakan pengalaman yang berbeda saat hari beranjak gelap.

Sebelum pembangunan monastik pertama pada abad ke-8, pulau ini disebut Mont Tombe. Menurut legenda, malaikat Michael (St. Michael) menampakkan diri kepada St. Aubert, Uskup Avranches, pada tahun 708 dan  memerintahkan dia untuk membangun sebuah gereja di pulau tersebut.

Semakin penasaran kami untuk segera menginjakan kaki di pulau misterius ini yang oleh UNESCO dimasukkan ke dalam daftar World Heritage Site tahun 1979.

Pada saat kami datang, pulau ini sebagian tertutup kabut sehingga tidak bisa melihat puncak biara dimana terdapat patung St. Michael. Di pintu masuk kota abad pertengahan ini, kami menemukan ruang jaga Burgher kuno yang sekarang berfungsi sebagai Kantor Pariwisata.

Setelah melalui gerbang Boulevard, kami menyusuri Grande Rue atau jalan utama menuju museum, toko-toko dan rumah-rumah yang berasal dari abad ke-15 dan 16.
Ketika memasuki area ini, banyak sekali turis yang berkunjung. Kami berjalan menuju puncak melewati jalan2 setapak yang penuh sesak oleh pengunjung sambil melihat-lihat toko-toko souvenir yang ditata rapih dan cantik.

Di dalam kota juga terdapat gereja kecil yang dipersembahkan kepada St Pierre, santo pelindung para nelayan.

Akhirnya Setelah melewati semuanya, kami sampai di Grande Degre atau tangga keagungan Grande dan mengagumi biara dan gereja Abbey di puncak mont St. Michel.

Biara yang ada di sini awalnya dibangun dengan skema Makam Suci di Yerusalem, setelah kedua kepala biara memperhitungkan visi St Michael.

Setelah puas berkeliling dan foto foto, kami menuruni jalan setapak sambil menikmati pemandangan yang indah dan tak ada taranya dari atas kastil di mysterious island ....